Negara-negara Di Kawasan Ini Menjadi Lebih Dekat Dengan Taliban

Para pencari suaka yang tinggal di kawasan ‘Kabul Kecil’ di New Delhi mengatakan mereka berjuang untuk mencari nafkah di India. Mereka merasa terjebak selama Taliban masih berkuasa di negara asalnya, Afghanistan. Kehidupan mereka semakin sulit seiring dengan tumbuhnya kesadaran internasional bahwa dunia harus menerima rezim fundamentalis Kabul.

Penduduk ‘Little Kabul’ di New Delhi, yang merupakan pusat komunitas pencari suaka India-Afghanistan, merasakan dampak dari perubahan hubungan antara Taliban dan tetangga mereka.

Hingga akhir tahun 2023, kedutaan Afghanistan di Delhi dikelola oleh mantan staf rezim demokratis, tetapi ketika semua diplomat yang bekerja di sana mencari suaka di negara lain, staf Taliban mengambil alih. Kini para pencari suaka tidak punya pilihan selain memperbarui paspor mereka melawan rezim yang mereka tinggalkan.

Muhammad Salim, seorang pencari suaka asal Afghanistan, mengatakan, “Jika kami tidak memiliki paspor, polisi dapat mendeportasi kami karena kami tidak memiliki identitas apa pun dan ada banyak masalah.”

Dia menambahkan, sejak Taliban mengambil alih kedutaan, mereka juga mengenakan biaya lebih untuk layanan konsuler. Meskipun komunitas internasional menolak untuk secara resmi mengakui pemerintahan Taliban, India bukanlah satu-satunya negara yang menjadi basis diplomat Taliban.

Pada akhir Januari, Tiongkok menerima surat kepercayaan dari utusan khusus Taliban untuk Beijing, dan menjadi negara besar pertama yang secara diam-diam mengakui Taliban.

Sementara itu, diplomat dari Rusia, Tiongkok, Iran, Pakistan, dan Turki menghadiri pertemuan kerja sama regional yang diselenggarakan oleh Taliban. Sebuah laporan baru dari International Crisis Group mengatakan negara-negara tetangga Afghanistan harus menghadapi Taliban.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *